Sabtu, 28 Mei 2011

Kurikulum

STRUKTUR, PERKEMBANGAN DAN ALIRAN-ALIRAN DALM GEOGRAFI A. Struktur Geografi Rhoad Murphey dalam buku” the scope of geografi” mengemukakan tiga pokok ruang kajian geografi : • Persebaran dan keterbatasan penduduk di permukaan bumi dengan dejumlah aspek-aspek keruangan serta tata cara manusia memanfaatkanya • Hubungan timbale balik antara manusia dan lingkungan manusia sebagai bagian studi keanekaragaman wilayah • Kajian terhadap region atau wilayah secara komprehensif dan terpadu antar unsure-unsur Berdasarkab defenisi geografi hasil kesepakatan IGI di semarang, maka lingkup dapat diuraukan debagai berikut : • Pengetahuan mengenai gejala alam dan kehidupan dimuka bumi yang dikenal dengan geosfer • Interaksi antara manusia dan lingkunganya dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup • Persebaran gejala geosfer dan interaksi antara manusia daengan lingkunganya dalam konteks keruangan dan kewilayahan A. Perkembangan geografi 1. Geografi di zaman kuno, abad pertengahan dan renaisans 1. geografi di zaman yunani dan romawi Dizaman yunani kuno telak ada usaha untuk menguraikan hal-ihwal negeri termasuk watak dan tabiat dari penduduknya. Tokoh Herodotus (485-428SM) selain “bapak ilmu sejarah” juga sebagai “bapak geografi”. Pertama ia menguraikan seluk baeluk tempat tempat ( dinamakan topografi) dan ia juga menguraikan mengenai halnya demikian sampai terjadi. Thales (580SM)memastikan bentuk bumi ini seperti bola bahkan ERATOSTHENES (+176-194SM) telah mengkakulasikan ukuran panjang jari-jari bola bumi ke kutub utara-kutub selatan-khatulistiwa dengan teliti. Begitu juga susunan jaringan garis lintang dan garis bujur bola bumi untuk menyatakan lokasi lautan, megeri, gunung, sungai, dan kota. Lahirnta feografi kuno dengan tokoh Strabo(64-20SM) yang menulis buku berjudul: GEografia berisi uraian tentang dunia ini yang didiami manusia (istilah dal;am bahasa yunani oikumene ). Tokoh Cladius Ptolomeus hidup dizaman sekiter 150SM tertarik kepada aspek matematis dari geografi dan mengkontruksikan berbagai peta serta lokasi tempat. Tokoh Posidonius (100SM) berusaha dengan lebih cermat mengukur keliling bumi dibanding Eratothnes , hasilnya hanya berselisih 7.000 mil dari ukuran yang dikenal sekarang Ptolomeus juga menyusun daftar nama tempat tempat dilengkapi lokasi menurut garis bujur dan garis lintang. Dasarnya adalh tinggi matahari pada tengah hari pada tanggal tertentu. Dengan demikian diketahui orang dijaman ini imago mundi yaitu citra dunia 2. Abad pertengahan: Geogradu arab dan eropa Ibn Batuta (1304-1308) seorang tokoh muslim, lahir di tangier (marokko) cukup besar jasanya dalm menguraikan dunia di masa itu. Geograf Arab Al Idris (1099-1166) telah menyempurnakan pembagian lima daerah iklim bumi menurut konsep yunani. Filsup Arab Ibn Khaldun (1332-1406) menulis buku geografi kesejarahan (historically geography) yang dipandang sebagai embrio dari ilmu pengetahuan kemasyarakatan. Dia memperhatikan masalah irigasi, kehidupan bangsa nomad, dan perdagangan di daerah-daerah gurun . Ibn Khaldun menunjukan contoh cara menguraikan pengaruh lingkungan alam terhadap masyarakat di wilayah-wilayah Di Eropa jasa Marcopolo (dari Venetia ) mengunjungu cina, India dan negeri asia lain, juga cukup berjas bagi perkembangan geografi pada zamanya. Pada zaman renaissance buku geographia terbit karangan Ptolomeus (abad ke-15) yang mendorong semangat bangsa spanyol dan portugis menjelajahi lautan atlantik. Berkat pelayaran Columbus (1492) peta dunia makin sempurna dan kemudian lahir peta buatan Gerhard Kremer (1569) yang terkenal dengan peta proyeksi Mercator Bernhardus Varenius (1622-1650) telah berhasil menerbitkan buku berjudul geographia generalis di Amsterdam tahun 1650. Varenius menguraikan tentang bumi atas dua bagian: Bagian alami melahirkan geografi fisis dan bagian social menguraikan gejala-gejala social budaya masyarakat disebut denga istilah geogradi umum dan geografi khusus Geografi umum dimaksud Bernhardus Varenius mencakup tiga bagian: 1. Bagian terrestrial yakni pengetahuan tentang bumi sebagai keseluruhan bentuk dan ukuranya. 2. Bagian falakiah yang membicarakan relasi dengan bimtang bintang lain sehingga dari sini muncul kosmografi 3. Bagian komperatif yang menyajikan deskripsi lengkap mengenai bumi dan prinsip-prinsip pelayaran di lautan. Geografi khusus terbagi atas tiga bagian : 1. Aspek langit membicarakan tiga bagian 2. Aspek permukaan bumi atau lithosfera menyajikan relief, vegetasi, fauna di berbagai negeri 3. Aspek manusia membicarakan berbagi penduduk, perniagaan dan pemerintahan di berbagai negeri Karya tokoh Cluverius ( abad17) dari jrman dengan karya memuat cirri-ciri peralihan dari geografi zaman abad pertengahan ke zaman awal geografi modern . Buku CLUVERIUS terbit tahun 1626 dan memberi pengantar ke geografi umum. 3. Awal geografi modern abad ke-18 1. IMMANUEL KANT Menurutnya semua pengetahuan dapat di kategorikan 3 kelompok yaitu : 1. Ilmu-ilmu sistematis : misalnya biologo- tumbuhan; geologi- kulit bumi ; sosiologi- masyarakat kelompok 2. Ilmu-ilmu histories : misalnya fakta-fakta dalmrelasinya dengan waktu, sejarah , pra sejarah, sejarah geologi 3. Ilmu-ilmu geografis : misalnya benda-benda atau gejala gejala yang tersebar di dalm ruang; geografi dan kosmografi Menurut Kant pengetahuan manusia diawali kegiatan akal murni melalui indera yang dimilikinya. Persepsi inderawi terbagi menjadi dua macam yakni : 1. Indera batiniah 2. Indera lahiriah Berkat kedua macam indera ini, manusia memperoleh pengetahuan empiris tentang dunia. Dunia di persepsi indera batiniah adalah seele (jiwa) dan mensch (manusia) yakni diri sendiri. Persepsi indera lahiriah Natur (alam) Geografi fisis menyajikan sejarah permukaan bumi sehingga diperoleh uraian aspek lain dari geografi , menurut Kant ada lima yakni: 1. Geografi matematis – mengkaji bentuk , ukuran dan perputaran bumi serta posisi dalam sistem matahari ( seperti keadaan iklim) 2. Geografi moral/perilaku- mengkaji berbagai adat kebiasaan dan tabiatmanusia di berbagai negeri (seperti tingkah laku manusia) 3. Geografi politik- mengkaji relasi antara unit-unit politis, latar belakang alamnya masing-masing ( seperti dasar Negara) 4. Geografi perniagaan- mengkaji mengapa negeri tertentu memiliki komoditi khusus sehingga terlibat dalam perniagaan dunia (seperti minyak bumi, tembakau deli) 5. Geografi theologies – mengkaji sejauh mana latar belakang alam menjadikan bentuk-bentuk ibadat lahiriah yang berlainan di berbagai negeri walaupun agama sama (seperti tata ibadah ) 2. HUMBOLDT(1759-1859) Karya humboldt berjudul flora fribergensis membuat batasan diantara ilmu-ilmu pengetahuan menjadi tiga golongan yaitu: 1. Physiographie – tentang ilmu-ilmu alamiah yang sistematis 2. Naturgechichte – tentang sejarah alam dengan penekanan pada perkembangan segala hal dalam waktu 3. Geognesie order weltbeschreibung – tentang bumi atau dunia yang membahas persebaran spatial 3. CARL RITTER (1779-1859) Pendekatan carl ritter theologies bercita-cita memandang atau menunjukan setiap bumi yang individual sebagai suatu keutuhan- unit wilyah berisi unsur-unsur interelasi bersifat kompleks, sehingga gagasan dalam studi geografi menjadi model bagi penyajian uraian wilayah 4. Sejarah pertumbuhan geografi dan perkembangan wawasan 1. Geografi dalm abad ke-19 Zaman pengagungan alam: Di amerika serikat kebanyakan geograf mula-mula terdidik sebagai geolog, mengakibatkan kemunduran pemgkajian geografi manusia ( human geografi ). Mimbar geografidi jerman dan inggris menjadi lowong sepeninggalan rittel dan maconochie (1787-1860) para geograf berupaya membelokan geografi kea rah ilmu pengetahuan alam murni, karena perilaku manusia tidak dapat dibuatkan hokum yang berlaku umum- membuang unsure manusia dari ilmu geografi.Mayor powel (1834-1902) dan marsh (1801-1882) menghendaki tehnik pengawetan sumber daya seperti pembahasan dalam buku berjudul: man and natur-physical geography as modified by human action . tujuanya untuk mencari sejauh pengaruh kondisi alam luar mempengaruhi kehidupan social manusia dan juga kemjuan sosil sebagai lanjutan dari pemikiran Humboldt dan ritter. Marsh berpendapat bukan bumi membentuk manusia, melainkan manusia telah membuat dan mengubah bumi. Anthropogeografi dari Raztel (1844-1904): Buku Charles Darwin berjudul On the origin of species . Gagasanya berupa adaptasi terhadap lingkungan dan evolusi, yang mengarahkan perhatian ahli ilmu pengetahuan alam kepada konsep lama geografi – iklim berpengaruh kuat terhadap pembentukan karakter manusia atu bangsa. Friedrich Raztel (geograf jerman) sebagai tokoh yang mengkaji tentang pengaruh lingkungan fisis atau kehidupan manusia, sehingga muncul bukunya yang berjudul Antrophogeographie(1882) yang membahas : manusia adalah ciptaan alam belaka dengan cara-cara yang sesuai dengan faham adptasi manusia dan kemampuanya (faham Darwin ). Selain itu Raztel mengkaji bahwa manusia di bentuk oleh lingkungan budaya, sebagai latar belakang lahirnya buku tersebut , yang menekankan pada persebarab dan kepadatan penduduk, seluk-beluk permukiman, migrasi bangsa-bangsa, persebaran budaya (factor-faktor historial- cultural ) manusia dipandang sebagai naturalis 2. Geografi dalm abad ke-20 a. pendekatan sosil budaya George Mars (1864) mengatakan bahwa manusialah membentuk rumahnya sesuai dengan keadaan lingkungan di permukaan bumi.Vidal de la Blache (geograf prancis 1845-1918) sebagai pendiri aliran geografi modern, penentang faham enviromentalisme determinisme , mengkoreksi faham determinisme lingkungan , bumi tidak mendikte perilaku manusia , bumi hanya sekedar menawarkan pilihan b. Geografi budaya Carl suer (geograf amerika 1889-1975) tokoh geografi budaya (culture geography) meletakkan dasar geografi budaya. Geogrf dari aliran ciltiral geography- bumi sebagai home of man- secara terus menerus berupaya mengubah permukaan bumi agat kerasan tinggal disana, seperti kehidupan masyarakat diperkotaan terus mengubah dan meningkatkan kualitas keruangan agar aman dan nyaman sebagai tempat tinggal manusia active agent sedang alm- bumi sebagai pssive agent c. Geografi agama Geografi agama sebagai cabang dari geografi, muncil dalam abad ke-20. Dalam tulisan Jongeneel(1975) ilmu agama dan theology Kristen – bahwa tokoh geografi agama yaitu P.Deffontaines – menulis geograpie of religion. P.Deffontaines menegaskan lima pokok perihal geografi agama yaitu: • Agama dan geografi ; tempat kediaman bagi orang-orang yang masih hidup ; bagi orang mati ; bagi dewa-dewa • Agama dan penduduk: pengaruh agama atas daerah dan sejarah penduduk; agama dan macam-macamnya penduduk; agama dan kota-kota; agama dan demografi • Agama dan eksploitasi: agama dan pertanian; peranan factor-faktor agamawi dalam peternakan; agama dan industri; korban-korban persembahan dan kondisi geografi daerah • Agama dan laulintas: pengungsian para penganut agama; kegiatan zirah; perdagangan dan tukar- menukar barang yang berlatar belakang agama; jalan dan alat transportasi • Agama dan jenis –jenis kehidpan : agama dan makanan; agama dan pekerjaan sehari-hari; kalender; jenis-jenis tata kerja pelayanan pemimpin agama Karya Montesquieu terkenal dengan gagasanya-agama monotheisme-yahudi-kristen-islam- yang lahir oleh kondisi tepi-tepi gurun pasir alam yang monoton d. Geografi ekonomi Geograd inggris H.Robinson mendefenisikan geografi ekonomi yang tertulis dalm buku berjudul Economic geography : Economic geography is concerned with the ways and problems of making a living and with spatial interaction. Poko-pokok pembahasan mencakup bentuk-bentuk perjuangan hidup manusia dalam usaha memenuhi kebutuhan material dengan berbagai masalah, kesemua dalam kerangka interaksi keruangan. Geografi ekonomi memperbincangkan hal-hal yang berhubungan dengan eksploitasi dari sumber daya alam dari bumi yang dilakukan manusia, produksi dan komoditi ( bahan mentah, bahan pangan, barang produksi) kemudian usaha transportasi, distribusi dan konsumsi. Kondisi alam yang ada disekitar turut memberi warna tersedianya sumber daya alam , kondisi manusia akan menentukan taraf pemanfaatan sumber daya alam. H. Robinson penganut faham possibilisme dari Vidal de la Balche menyatakan : alam menyediakan bahan untuk kehidupan manusia, dengan derajat pemanfaatan tergantung dari bagaimana tanggapan manusia sebagi sumberdaya terhadap kondisi lingkungan – tergantung dari kemajuan tehnologi, keahlian dan organisasi yang dimiliki. e. Geografi Marxisme Azas dogma marxisme, manusia secara sadar ataupun tidak sadar, tidak dapat di ubah oleh lingkungan alam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar